KESEDIHAN DI BALIK PERPISAHAN ANAK RANTAUAN
Apakah ada teman-teman disini yang merantau untuk belajar atau bekerja keluar kota, daerah bahkan keluar Provinsi? Jika ada, berarti kalian adalah orang-orang yang mempunyai banyak pengalaman dan pelajaran hidup yang kalian dapatkan pada perantauan. Banyak orang yang menghindari perantauan, mereka yang menghindari perantauan banyak memiliki alasan untuk memperkuat penolakan mereka, tetapi alasan yang paling kuat yang sering di ucapkan adalah JAUH DARI KELUARGA. Ya memang tantangan utama dari merantau adalah jauh dari orang tua, saat orang tua sakit kita tidak berada di dekat mereka, menjenguk, merawat sama sekali kita tidak bisa, kita hanya bisa mengucapkan cepat sembuh atau jaga kesehatan Ibu / Bapak pada saat anda menelpon mereka. Tetapi bagi kalian yang tidak merantau apakah kalian ingin mengetahui bagaimana rasa merantau?
Merantau adalah pilihan bukan takdir, karena merantau itu bukan kewajiban atau diharuskan, jadi terserah kita mau melakukannya atau tidak. Jika kalian memilih untuk merantau, berarti anda akan keluar dari zona nyaman kehidupan, dimana kedepannya anda akan menghadapi liku-liku kehidupan sendirian, ketika anda sakit, ada masalah, banyak tugas-tugas anda harus menyelesaikannya sendirian. Tetapi itu tidak berlaku mutlak karena selang beberapa hari dari hari pertama anda merantau anda pastinya akan mendapatkan teman.
Ketika anda sudah mendapatkan setidaknya 1 teman, anda pasti kemanapun, atau melakukan apapun sama dia, karena itu adalah teman kalian saat perantauan. lama kelamaan anda juga akan mengenal lebih banyak teman di perantauan, itu akan menyebabkan anda tidak sendiri lagi dalam menjalani perantauan. Ketika anda sudah banyak teman, kalimat SENDIRI itu tidak akan ada artinya lagi bagi kehidupan anda. Anda akan menjadi seperti biasa lagi menjalani semua aktifitas dengan normal, dapat bersenang-senang dengan teman anda, merasakan suka duka bersama teman anda, sampai anda menganggap teman anda adalah keluarga sendiri.
Tetapi waktu itu terus bergulir, terus berjalan seperti halnya air yang mengarungi sungai.Sampai tiba saatnya anda harus berpisah dengan teman anda yang menemani anda saat merantau, walau anda sudah lama dengan mereka tatapi bukan berarti mereka akan selalu bersama anda sampai akhir hidup anda. Mereka di rumah juga mempunyai keluarga seperti anda, dan mengharuskan mereka untuk kembali karena urusan tertentu. Saat teman anda pulang ke daerah asal mereka anda akan sangat terpukul karena anda sering melakukan hal bersama-sama dan sekarang akan berpisah, kesedihan akan mengumpul dan menjadi tangis di perpisahan tersebut. Jadi di perantauan hal yang menakutkan bukanlah kehilangan uang, kehilangan leptop, kehilangan handphoen dll. Tetapi hal yang paling menakutkan adalah kehilangan teman. Jadi bagi kalian yang merantau, banyak lah mencari teman supaya anda dapat membuka wawasan anda sebanyak-banyaknya walaupun ujungnya kalian akan berpisah dengan teman anda.
Begitulah sedikit kesedihan yang di rasai saat merantau. Apakah anda ingin merasaknnya juga, silakanlah merantau, karena di perantauan anda akan mendapatkan pengalaman hidup yang lebih banyak ketimbang anda tidak merantau. Tetapi merantau harus punya tujuan untuk merubah diri menjadi lebih matang / baik bukan malah merantau utnuk merusak diri anda sendiri.
THANK'S FOR READER .....






