Tuesday, February 28, 2017
PERHATIKAN JIKA ADIK ATAU ANAK ANDA GATAL PADA AREA ANUS PADA MALAM HARI
Jika anda memiliki saudara atau anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, yang sering garuk-garuk pada daerah rektum / anus pada malam hari, dampai mengganggu tidur mereka. Awas kemungkinan besar itu adalah infeksi dari cacing yang bersifat Parasit (merugikan) yaitu Enterobius vermicularis di sebut juga dengan cacing Kremi. Apakah anda sudah mengenal cacing tersebut? Jika belum, mari kita simak penjelasan di bawah ini.
Cacing Enterobius vermicularis adalah cacing yang bersifat parasit atau bersifat merugikan bagi kesehatan, jika cacing ini masuk ke dalam tubuh manusia akan mencari usus halus sebagai tempat tinggal mereka. caing Enterobius vermicularis saat memasuki tubuh manusia dalam bentuk telur,dan akan menetas dan bertumbuh besar jika sudah mencapai usus halus. Cacing yang betina tentunya akan berkembang biak, untuk mempertahankan populasi mereka, cacing betina tidak bertelur pada usus halus, walaupun tempat tinggal cacing ini adalah di usus halus. Tetapi cacing betina akan bertelur pada area rektum atau anus, dia akan menaruh telurnya di lipatan-lipatan kulit di anus, pergerakan dari cacing betina yang di daerah anus ini lah yang membuat rasa gatal pada penderitanya. Cacing betina biasanya melakukan hal tersebut pada malam hari. (sumber dari buku parasitology kedokteran)
Itulah penjelasan dari cacing parasit Enterobius vermicularis , penyakit dari cacing ini sering di sebut dengan Enterobiasis, penderitanya kebanyakan adalah anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, karena mereka jarang memperhatikan kebersihan diri mereka baik saat di rumah atau pun di luar rumah, cara penularan penyakit ini sangat mudah. Contoh (anak A sedang bermain di luar rumah dengan anak B, anak B ini penderita Enterobiasis, dan saat bermain dia merasakan gatal pada daerah anusnya, dia langsung menggaruknya dengan cara memasukan tangannya ke dalam celana, sehingga tangannya kontak langsung dengan daerah anusnya, dan selesai menggaruk, tangan yang di gunakan untuk menggaruk terkontam telur Enterobius vermiculair selanjutnya tangannya itu di gunakan untuk bersalaman dengan si anak A, otomatis tangan anak A ini terkontam dengan telur Enterobius vermicularis dan anak A ini memakan sesuatu tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, jadi telur Enterobius vermicularis akan ikut masuk bersamaan dengan makanan tersebut, sehingga menyebabkan si anak A juga akan terinfeksi Enterobiasis)
Itulah salah satu contoh penularannya, jadi jika anda masih sayang dengan adik atau anak anda, jagalah kebersihan mereka, tetapi bukan berarti tidak membiarkan kebebasan bermain untuk mereka, tetapi, ajarkan mereka cuci tangan sebelum makan, itu saja sudah cukup membantu untuk mencegah cacing tersebut menginfeksi adik atau anak anda..
Sekian dari artikel kali ini sampai bertemu di artikel selanjutnya...
BACA JUGA ARTIKEL SELANJUTNYA :
BAHAYANYA TIDUR MENGHADAP KE SAMPING KIRI
Friday, February 24, 2017
BAHAYANYA TIDUR MENGHADAP KE SAMPING KIRI
Anda saat tidur pasti menginginkan posisi yang paling nyaman, supaya tidur anda semakin nyenyak, tanpa memikirkan apa resikonya bila anda mengambil posisi tidur yang salah. Ya, posisi tidur itu juga ada yang beresiko kepada kesehatan anda sendiri, yang mungkin di anggap remeh oleh beberapa orang karena belum mengetahuinya dengan jelas. Posisi tidur yang berisiko terhadap kesehatan diri sendiri adalah posisi tidur menghadap ke samping kiri, kenapa demikian?
Jantung kita terletak di sebelah kiri dari tubuh kita, JANTUNG ya bukan HATI. Jantung itu berfungsi sebagai pemompa darah di dalam tubuh kita yang nantinya akan di sebar ke seluruh tubuh oleh pembuluh darah, untuk memberikan energi atau asupan tenaga buat organ-organ di dalam tubuh kita itu berfungsi dengan baik. Karena organ tubuh kita bisa bergerak karena adanya asupan energi di darah yang di bawa oleh pembuluh darah. Nah sudah tau fungsi jantung?
Jika kita tidur menghadap ke samping kiri jantung kita itu akan tertekan oleh beeberapa organ kita, dan pembuluh darah pun bisa terjepit oleh karena itu, jika posisi tidur ini di lakukan hanya sehari mungkin tidak kerasa efeknya, tapi apabila posisi yang salah ini di lakukan secara terus menerus sangat berisiko terhadap kesehatan kita, tepatnya dapat mengganggu fungsi jantung sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh.
Jantung kita terletak di sebelah kiri dari tubuh kita, JANTUNG ya bukan HATI. Jantung itu berfungsi sebagai pemompa darah di dalam tubuh kita yang nantinya akan di sebar ke seluruh tubuh oleh pembuluh darah, untuk memberikan energi atau asupan tenaga buat organ-organ di dalam tubuh kita itu berfungsi dengan baik. Karena organ tubuh kita bisa bergerak karena adanya asupan energi di darah yang di bawa oleh pembuluh darah. Nah sudah tau fungsi jantung?
Jika kita tidur menghadap ke samping kiri jantung kita itu akan tertekan oleh beeberapa organ kita, dan pembuluh darah pun bisa terjepit oleh karena itu, jika posisi tidur ini di lakukan hanya sehari mungkin tidak kerasa efeknya, tapi apabila posisi yang salah ini di lakukan secara terus menerus sangat berisiko terhadap kesehatan kita, tepatnya dapat mengganggu fungsi jantung sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh.
Monday, February 20, 2017
JENIS SANGGAH KEMULAN DI BALI
Sanggah Kemulan adalah sebuah pelinggih dengan rong tiga sebagai wujud penyatuan Sanghyang Triatma dengan sumber dan asal-Nya. Sanghyang Triatma adalah tiga aspek dari atma itu sendiri , yaitu :
Atman, jiwa dari setiap makhluk hidupSiwatman, Tuhan sebagai sumber dari jiwa tersebut.Paratma / Paramatman, asal segala yang ada ini dan kepadaNya pula segala yang ada ini akan kembali yang dalam Panca Sradha disebut Brahman, Sanghyang Widhi yang bermanifestasi sebagai Hyang Tri Murti dalam prabawanya sebagai pencipta, pemelihara dan pelebur.
Sanggah Kamulan berdasarkan kondisinya dapat dibedakan menjadi:
Turus Lumbung, adalah Sanggah Kamulan darurat,karena satu dan lain hal belum mampu membuat yang permanen. Bahannya dari turus (batang) kayu dapdap (kayu sakti). Fungsinya hanyalah untuk ngalumbung atau ngayeng Hyang kamulan/Hyang Kamimitan. Satu tahun setelah membuka karang baru diharafkan sudah membangun Kamulan yang permanen.
Sanggah Panegtegan, adalah kamulan yang berfungsi hanya sebagai tempat negtegang (membuat ketentraman) dengan memuja Hyang Kawitan bagi mereka yang baru berumah tangga.Kamulan sejenis ini banyak dijumpai di daerah Kabupaten Bangli bagian atas. Setiap mereka yang baru kawin,diwajibkan membangun sebuah Sanggah Rong Tiga,sehingga dalam satu pekarangan akan berdiri beberapa Sanggah Rong Tiga.
Kamulan Jajar, sesuai dengan namanya Sanggah kamulan ini memiliki dua saka (tiang) yang berjajar di muka menancap langsung pada bebaturan (paling batur). Selain itu mempunyai ruang tiga berjajar,juga terdiri dari tiga bagian yaitu: bebaturan,ruang lepitan,dan ruang gedong sampai atapnya. Ruang lepitan letaknya di bawah rong tiga yang berjajar.Bila dicermati Sanggah ini terdiri dari jajar horisontal dan jajar vertikal,sebagai simbolisasi Hyang Tri Murti dan Hyang Tri Purusa.
Mengenai apa fungsi dari ruang lepitan itu,belum diketahui secara pasti, namun ada pendapat yang mengatakan,bila dilihat fungsi Kamulan sebagai palinggih Atma, dapat dijelaskan sebagai berikut.
Batur Kamulan sthana Atma yang masih kotor, yang baru mendapat tirta pangentas pendem (Rontal Tattwa Kapatian) . Rong Tiga terutama kanan dan kiri adalah tempat Atma Suci yang telah dilinggihkan. Kemungkinan menurut perkiraan beberapa orang sujana bahwa ruang lepitan adalah tempat yang dapat dicapai oleh Atma yang sudah diabenkan. Dengan demikian dapat dikatakan,Sanggah Kamulan terdiri dari tiga bagian kosmos yakni bebaturan, sebagai Bhurlokha,atau Pitraloka alamnya para pitara,ruang lepitan sebagai Bwahloka,alamnya para pitara yang sudah diabenkan,dan rong tiga sebagai Swahloka,alamnya Para Dewa yang dapat dicapai oleh Atma suci (Dewa Pitara)yang telah melalui proses upacara mamukur.
Batur Kamulan sthana Atma yang masih kotor, yang baru mendapat tirta pangentas pendem (Rontal Tattwa Kapatian) . Rong Tiga terutama kanan dan kiri adalah tempat Atma Suci yang telah dilinggihkan. Kemungkinan menurut perkiraan beberapa orang sujana bahwa ruang lepitan adalah tempat yang dapat dicapai oleh Atma yang sudah diabenkan. Dengan demikian dapat dikatakan,Sanggah Kamulan terdiri dari tiga bagian kosmos yakni bebaturan, sebagai Bhurlokha,atau Pitraloka alamnya para pitara,ruang lepitan sebagai Bwahloka,alamnya para pitara yang sudah diabenkan,dan rong tiga sebagai Swahloka,alamnya Para Dewa yang dapat dicapai oleh Atma suci (Dewa Pitara)yang telah melalui proses upacara mamukur.
BACA JUGA :
KISAH BERTEMU DENGAN BANASPATIRAJA
Banaspatiraja (Sanghyang Banaspatiraja; Banaspati Raja) adalah patih di Pura Dalem yang bergelar I Ratu Nyoman Sakti Pengadangan sebagaimana disebutkan dalam lontar kanda pat sari. Umumnya Beliau juga disebutkan sebagai penghuni kayu-kayu besar seperti kepuh, bingin, kepah, dll yang dipandang angker, sehingga orang dilarang menebang kayu atau naik pohon pada waktu yang tidak sesuai dengan hari yang baik / buruk dalam ala ayuning dewasa menurut kalender Bali.
Berikut merupakan kisah yang yang dikutip daripuragunungsalak.com, cerit a ini menuturkan sesepuh desa penulis yang terjadi waktu Beliau masih muda. Waktu itu belum ada listrik ataupun alat penerangan canggih lainnya.
Sesepuh tersebut, sebut saja namanya Nang R, mempunyai profesi sebagai petani yang rajin sekali pergi ke sawah tanpa mengenal waktu. Kadang-kadang Beliau menghabiskan malamnya di sawah hanya untuk menungguin tanamannya. Untuk menuju ke areal persawahan, Beliau harus melewati jalanan yang sangat sepi, kuburan/setra Pura Dalem dan seterusnya. Situasi waktu masih sangat rimbun karena masih sangat banyak pepohonan besar yang tumbuh di daerah Beliau tinggal ketika itu.
Suatu hari Nang R seperti biasa pergi ke sawah untuk mengawasi tanamannya, waktu itu bulan menerangi bumi dengan sejuknya, setelah lewat tengah malam barulah Nang R sadar bahwa ada sesuatu yang harus dikerjakan di rumah. Dengan tidak memperhitungkan waktu, Beliau segera berkemas untuk pulang ke rumah. Suasana yang sepi dan gelap hanya diterangi cahaya bulan tidak menghalangi gerak langkahnya untuk segera pulang. Pas sampai di jalan yang berdekatan dengan kuburan/setra (baca: Dewa Shiva), Beliau berhenti karena melihat ada sesuatu yang menghalangi/menutup jalan di depannya.
Dengan bantuan cahaya bulan, Beliau melakukan pengamatan, dan mendapatkan kenyataan yang mengherankan, karena sesuatu yang menghalangi jalan tersebut adalah mahluk hidup yang sedang tertidur terlentang. Dengan rasa penasaran Nang R mendekati mahluk itu, dan Beliau menjadi bingung akan bentuk mahluk itu. Kalau diperhatikan, mahluk itu seperti Barong, Nang R heran, siapa yang meninggalkan Barong di tengah jalan malam-malam begini. Diperhatikan lebih seksama, Nang R menjadi bingung karena mahluk ini memiliki (maaf) buah pelir yang sangat besar seperti sapi jantan. Kok barong bisa memiliki begituan ya, dengan ngak habis pikir dia terus mengamati mahluk tersebut.
Pada dasarnya Nang R memiliki sifat iseng dan usil, dengan santainya tanpa memikirkan resikonya, kemaluan dari mahluk tersebut disentil dengan jari tangannya. Yang terjadi sungguh sangat mengagetkan, mahluk tersebut tiba-tiba bersin, huaaasiiiitttt, dan udara yang keluar dari hidung mahluk tersebut membuat Nang R terpental jatuh dan tidak sadar diri. Setelah kesadarannya pulih, pelan-pelan dia mengamati keadaan sekitarnya, dia tersadar bahwa dia berada di debat bale banjar, dimana jarak antara tempat mahluk itu dengan bale banjar sekitar 2 km.
Bisa dibayangkan alangkah kuat nya semburan bersin mahluk tersebut, dan alangkah mujurnya Nang R sehingga Beliau masih selamat dari kemarahan mahluk tersebut. Ternyata, selain sebagai petani, Nang R juga sangat rajin sembahyang ke pura, sehingga Ida Sesuhunan menyelamatkan Nang R ketika berada dalam keadaan genting. Nang R penasaran akan mahluk tersebut, dan ketika ditanyakan ke orang yang lebih pintar, Beliau mendapat keterangan bahwa mahluk tersebut adalah Banaspati Raja, yang kebetulan bersemayam dan sedang istirahat di tempat tersebut.
Baca juga :
MANTRA MENGHALAU / MENGHINDARI CETIK
JENIS SANGGAH KEMULAN BALI
JENIS SANGGAH KEMULAN BALI
MANTRA UNTUK MENGHALAU / MENGHINDARI CETIK
Sering kita lihat bahwa di Bali banyak bertebaran cetik (racun gaib). Ketika ada orang yang tidak senang pada orang lain, biasanya orang bali menggunakan cetik. Biasanya cetik identik dengan makanan. Dalam makanan itu telah di pasang cetik yang ramuannya telah di peroleh dari balian (dukun) atau bisa juga dengan mengolah sendiri bahan-bahannya. Ketika orang yang memakan/ minum cetik itu, maka beberapa saat/ beberapa hari kemudian akan terkena efek dari cetik itu. Efeknya bermacam-macam, mulai dari sakit kepala yang hebat, sakit perut, bahkan hingga kematian, sesuai dengan pesanan si penerima. Namun perlu di ketahui, bahwa dalam kitab suci di sebutkan bahwa
orang yang meracuni / mencelakai orang itu, hidupnya akan sengsara di kemudian hari. bahkan sampai beberapa generasi/ keturunan.
Berikut mantra untuk menghindari cetik :
Ong Sang Hyang Brahma, pinaka urip wetengku
Sang Hyang Siwanirmala angadeg ring jiwanku
Wisnu Iswara anglebur sahananing kapangan kenum
Sastra Mang Ang Ung Mang Ah amunah wisia cetik, ring nabiku apupul sawiji
Angidep sapta Ongkara jati pamunah wisia desti teranjana
Poma poma poma, kedep mandi mantranku Ong Ong Ong
Sang Hyang Siwanirmala angadeg ring jiwanku
Wisnu Iswara anglebur sahananing kapangan kenum
Sastra Mang Ang Ung Mang Ah amunah wisia cetik, ring nabiku apupul sawiji
Angidep sapta Ongkara jati pamunah wisia desti teranjana
Poma poma poma, kedep mandi mantranku Ong Ong Ong
Caranya: sebelum minum ataupun makan sesuatu, hendaknya baca mantra di atas dengan penuh kepercayaan dan keheningan hati dan pikiran. bisa di ucapkan berulang kali. Selanjutnya oleskan iduh bang atau ludah dengan jari tengah pada selagan lelata ( di atas hidung, antara alis) bisa juga iduh bang itu di telan sebanyak tiga kali, agar terhindar dari cetik teranjana yang sangat ganas serta mematikan.
sekian..
sekian..
Semoga bermanfaat dan dapat membantu.
Baca juga :
KISAH BERTEMU DENGAN BANASPATIRAJA
PILOSOFI BANTEN DAKSINA BALI
JENIS SANGGAH KEMULAN DI BALI
Baca juga :
KISAH BERTEMU DENGAN BANASPATIRAJA
PILOSOFI BANTEN DAKSINA BALI
JENIS SANGGAH KEMULAN DI BALI
PILOSOFI BANTEN DAKSINA BALI
Daksina merupakan tapakan dari Sang Hyang Widhi Wasa, dalam berbagai manifestasi-Nya dan juga merupakan perwujudan-Nya. daksina mempunyai beberapa fungsi atau tujuan yaitu sebagai berikut :
- Permohonan terhadap Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa agar beliau berkenan melimpahkan wara nugraha-Nya sehingga mendapatkan keselamatan.
- Sebagai persembahan atau tanda terimakasih yang dalam "Yadnya Patni", di sebutkan dasksina selalu menyertai banten-banten yang agak besar dan sebagainya perwujudan atau pertapakan.
- Dalam lontar Yadnya Prakerti disebutkan bahwa Daksina melambangkan Hyang Guru / Hyang Tunggal
Unsur-unsur Daksina
Dalam daksina dibuat dari berbagai unsur yang pempunyai maknanya masing-masing, yaitu sebagai berikut :
- Alas : bedogan/sremeg/wakul/katung, terbuat dari janur / slepan yang bentuknya bulat dan panjang serta ada batas tanda pinggirnya. Alas bedogan ini melambangkan Pertiwi unsur yang dapat dilihat dengan jelas.
- Bedogan / sremeg / wakul / katung / srobong daksina, terbuat dari janur / slepan yang dibuat melingkar dan tinggi, seukuran dengan alas wakul. Bedogan bagian tengah ini adalah lambang Akasa yang tanpa tepi.Sremeg daksina juga melambangkan dari hukum Rta (Hukum Abadi Tuhan)
- Tampak, di buat dari dua potongan janur lalu di jahit sehingga membentuk tanda tambah. Tampak adalah lambang keseimbangan baik makrokosmos maupun mikrokosmos. Tampak juga melambangkan Swastika, yang artinya semoga dengan keadaan baik.
- Beras, yang merupakan makanan pokok yang melambangkan hasil bumi yang menjadi sumber kehidupan manusia di dunia ini.Hyang Tri Murti (Brahma, Visnu, Siva)
- Sirih temple / Porosan, terbuat dari daun sirih (hijau - Wisnu), kapur (putih - Siwa) dan pinang (merah - Brahma) di ikat sedemikian rupa sehingga menjadi satu, porosan adalah lambang pemujaan,
- Kelapa, adalah buah serbaguna, yang juga simbol Pawitra (air keabadian/amertha) atau lambang alam semesta yang terdiri dari tujuh lapisan (sapta soka dan sapta patala) karena ternyata kelapa memiliki 7 lapisan ke dalam dan 7 lapisan ke luar. Air sebagai lambang Mahatala, isi lembutnya melambangkan Talatala, isinya lambang tala, lapisan pada isinya lambang Antala, lapisan tipis paling dalam lambang Nitala, batoknya lambang Patala. Sedangkan lambang Sapta Loka pada kelapa yaitu : bulu batok kelapa sebagai lambang Bhur loka, Serat saluran sebagailambang Bhuvah loka, Serat serabut basah lambang svah loka, Serabut basah lambanag Maha loka, serabut kering lambang Jnana loka, kulit serat kering lambang Tapa loka, Kulit kering sebagai lamanag Satya loka Kelapa dikupas dibersihkan hingga kelihatan batoknya dengan maksud karena Bhuana Agung sthana Hyang Widhi tentunya harus bersih dari unsur-unsur gejolak indria yang mengikat dan serabut kelapa adalah lambang pe ngikat indria.
- Telor Itik, dibungkus dengan ketupat telor, adalah lambang awal kehidupan/ getar-getar kehidupan , lambang Bhuana Alit yang menghuni bumi ini, karena pada telor terdiri dari tiga lapisan, yaitu Kuning Telor/Sari lambang Antah karana sarira, Putih Telor lambang Suksma Sarira, dan Kulit telor adalah lambang Sthula sarira. dipakai telur itik karena itik dianggap suci, bisa memilih makanan, sangat rukun dan dapat menyesuaikan hidupnya (di darat, air dan bahkan terbang bila perlu)
- Pisang, Tebu dan Kojong, adalah simbol manusia yang menghuni bumi sebagai bagian dari ala mini. Idialnya manusia penghuni bumi ini hidup dengan Tri kaya Parisudhanya. Dalam tetandingan Pisang melambangkan jari, Tebu belambangkan tulang.
- Buah Kemiri, adalah sibol Purusa / Kejiwaan / Laki-laki, dari segi warna putih (ketulusan)
- Buah kluwek/Pangi, lambang pradhana / kebendaan / perempuan, dari segi warna merah (kekuatan). Dalam tetandingan melambangkan dagu.\
- Gegantusan, merupakan perpaduan dari isi daratan dan lautan, yang terbuat dari kacang-kacangan, bumbu-bumbuan, garam dan ikan teri yang dibungkus dengan kraras/daun pisang tua adalah lambang sad rasa dan lambang kemakmuran.
- Papeselan, terbuat dari lima jenis dedaunan yang diikat menjadi satu adalah lambang Panca Devata; daun duku lambang Isvara, daun manggis lambang Brahma, daun durian / langsat / ceroring lambang Mahadeva, daun salak / mangga lambang Visnu, daun nangka atau timbul lamban Siva. Papeselan juga merupakan lambang kerjasama (Tri Hita Karana).
- Bija ratus adalah campuran dari 5 jenis biji-bijian, diantaranya, godem (hitam – wisnu), Jawa (putih – iswara), Jagung Nasi (merah – brahma), Jagung Biasa (kuning – mahadewa) dan Jali-jali (Brumbun – siwa). kesemuanya itu dibungkus dengan kraras (daun pisang tua).
- Benang Tukelan, adalah alat pengikat simbol dari naga Anantabhoga dan naga Basuki dan naga Taksaka dalam proses pemutaran Mandara Giri di Kserarnava untuk mendapatkan Tirtha Amertha dan juga simbolis dari penghubung antara Jivatman yang tidak akan berakhir sampai terjadinya Pralina. Sebelum Pralina Atman yang berasal dari Paramatman akan terus menerus mengalami penjelmaan yang berulang-ulang sebelum mencapai Moksa. Dan semuanya akan kembali pada Hyang Widhi kalau sudah Pralina. dalam tetandingan dipergunakan sebagai lambing usus/perut.
- Uang Kepeng, adalah alat penebus segala kekurangan sebagai sarining manah. uang juga lambang dari Deva Brahma yang merupakan inti kekuatan untuk menciptakan hidup dan sumber kehidupan.
- Sesari, sebagai labang saripati dari karma atau pekerjaan (Dana Paramitha)
- Sampyan Payasan, terbuat dari janur dibuat menyerupai segi tiga, lambang dari Tri Kona; Utpeti, Sthiti dan Pralina.
- Sampyan pusung, terbuat dari janur dibentuk sehingga menyerupai pusungan rambut, sesunggunya tujuan akhir manusia adalah Brahman dan pusungan itu simbol pengerucutan dari indria-indria
- Jenis-Jenis DaksinaDaksina juga terdiri dari beberapa jenis, yang mempunyai maksud dan tujuan yang berbeda. Yaitu sebagai berikut:Daksina Alit
Isinya adalah satu porsi dari masing- masing unsur, banyak sekali dipergunakan, baik sebagai pelengkap banten yang lain, maupun berdiri sendiri sebagai banten tunggal.Daksina Pekala-kalaan
Isi daksina dilipatkan dua kali dengan ditambah dua tingkih dan dua pangi. Digunakan pada waktu ada perkawinan dan untuk upacara bayi / membuat peminyak-penyepihan.Daksina Krepa
Daksina yang isinya dilipatkan tiga kali. Kegunaannya lebih jarang, kecuali ada penebusan oton / menurut petunjuk rohaniwan atau sesuai petunjuk lontar khusus misalnya guna penebusan oton atau mebaya oton.
Subscribe to:
Posts (Atom)




